Rumah murah Cluster ubud Pondok ungu Permai bekasi utara

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murahini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Kamis, 09 Agustus 2018



A. PERANAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL DAN BAHASA NEGARA

1. Peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Berbanggalah menjadi warga negara Indonesia alasannya mempunyai bahasa sendiri, yaitu bahasa Indonesia yang bisa mendukung budaya bangsa, berkembang berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ragam bahasa Indonesia gres digunakan semenjak dicetuskannya Sumpah perjaka pada 28 Oktober 1928 hingga ketika ini dengan aneka macam perubahan dan perkembangan. Pada ketika itu pula bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Nasional.

Fungsi bahasa sebagai Bahasa Nasional yaitu

1) Lambang pujian bangsa;

2) Lambang identitas bangsa;

3) Alat pemersatu;

4) Alat penghubung antardaerah.

Berbanggalah alasannya tidak semua bangsa di dunia ini mempunyai bahasa nasional yang digunakan secara luas dan dijunjung tinggi. Adanya bahasa nasional yang sanggup menyatukan aneka macam suku bangsa yang berbeda merupakan kebanggan bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada.

Sebagai bangsa yang terdiri atas aneka macam suku bangsa, budaya dan bahasa yang berbeda, bangsa Indonesia mengalami dilema besar dalam melangsungkan kehidupannya. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yang ada, perpecahan itu sanggup dihindari alasannya suku-suku bangsa di Indonesia merasa satu. Kalau tidak ada bahasa Indonesia, bangsa Indonesia dengan keanekaragaman suku bangsa akan menghadapi dilema perpecahan bangsa, terutama dilema komunikasi. Jadi, berbanggalah mempunyai bahasa Indonesia yang sudah berabad-abad manjadi lingua franca di wilayah Indonesia.

2. Peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai Bahasa Negara pada 18 Agustus 1945 pada Undang-Undang 1945, Bab XV, Pasal 36. Fungsi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara:

1) Bahasa resmi kenegaraan,

2) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan,

3) Alat penghubung tingkat nasional, dan;

4) Alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

B. RAGAM BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi digunakan dalam aneka macam keperluan tentu tidak seragam, tetapi tidak berbeda-beda diadaptasi dengan situasi dan kondisi. Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragam bahasa Indonesia.

1. Berdasarkan Waktu Penggunaan

       a. Ragam Bahasa Indonesia Lama

Ragam bahasa Indonesia usang digunakan semenjak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga dicetuskannya Sumpah Pemuda. Ciri ragam Bahasa

Indonesia usang dipengaruhi oleh bahasa Melayu. Bahasa melayu inilah yang alhasil menjadi bahasa Indonesia. Alasan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia:

1) Bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca,

2) Bahasa Melayu sederhana alasannya tidak mengenal tingkatan bahasa,

3) Suku di Indonesia sanggup mendapatkan bahasa melayu sebagai Bahasa Nasional

4) Bahasa Melayu berfungsi kebudayaan

       b. Ragam Bahasa Indonesia Baru

Penggunaan ragam bahasa Indonesia gres dimulai semenjak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 hingga dengan ketika ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.


2. Berdasarkan Media

       a. Ragam Bahasa Lisan

Ciri-ciri ragam bahasa lisan:

1) memerlukan kehadiran orang lain;

2) unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap;

3) terikat ruang dan waktu;

4) dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

       b. Ragam Bahasa Tulis

Ciri-ciri ragam bahasa tulis:

1) tidak memerlukan kehadiran orang lain;

2) unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap;

3) tidak terikat ruang dan waktu;

4) dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.


3. Berdasarkan Situasi

       a. Ragam Bahasa Resmi

Ciri-ciri ragam bahasa resmi:

1) memakai unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten;

2) memakai imbuhan secara lengkap;

3) memakai kata ganti resmi;

4) memakai kata baku;

5) memakai EYD;

6) menghindari unsur kedaerahan.

       b. Ragam Bahasa Tidak Resmi

Ciri-ciri ragam bahasa tidak resmi kebalikan dari ragam bahasa resmi. Ragam bahasa tidak resmi ini digunakan ketika kita berada dalam situasi yang tidak formal.

       c. Ragam Bahasa Akrab

Penggunaan kalimat-kalimat pendek merupaka ciri ragam bahasa akrab. Kalimat-kalimat pendek ini menjadi bermakna alasannya didukung oleh bahasa nonverbal menyerupai anggukan kepala, gerakan kaki dan tangan, atau ekspresi wajah.

       d. Ragam Bahasa Konsultasi

Ketika kita mengunjungi seorang dokter, ragam bahasa yang dipergunakan yakni ragam bahasa resmi. Namun, dengan berjalannya waktu menjadi alih kode. Bukan bahasa resmi lagi yang digunakan, melainkan bahasa santai. Itulah ragam bahasa konsultasi.


4. Berdasarkan Bidang atau Tema yang sedang Dikomunikasikan

       a. Ragam Bahasa Ilmiah

Ciri bahasa Indonesia ragam ilmiah:

1) bahasa Indonesia ragam baku;

2) penggunaan kalimat efektif;

3) menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda;

4) penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas, serta menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias;

5) menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan; dan

6) adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.

       b. Ragam Bahasa Sastra

Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra banyak memakai kalimat yang tidak efektif. Penggambaran yang sejelas- jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering digunakan dalam ragam bahasa sastra. Hal ini dilakukan semoga tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca.

       c. Ragam Bahasa Iklan

Bergaya bahasa hiperbola, berpersuasif, dan berkalimat menarik, yakni ciri-ciri ragam bahasa iklan. Selain itu, ragam bahasa iklan bernada sugestif dan propogandis.

       d. Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu

Ragam bahasa ini digunakan pada bidang-bidang tertentu menyerupai transportasi, komputer, ekonomi, hukum, dan psikologi. Diagnosis, infus, dan USG yakni referensi istilah dalam bidang kedokteran. Dapatkah Anda menyebutkan istilah-istilah yang khas pada bidang studi Anda?

5. Ragam Bahasa Indonesia Berdialek

Pernahkah Anda mendengar seseorang berbicara dengan memakai bahasa Indonesia, tetapi Anda akan segera mengetahui dari mana asal orang tersebut? Seseorang yang berasal dari Surabaya biasanya memakai panggilan rek’ pada lawan bicara, atau seseorang yang berasal dari Bandung biasanya akan menyisipkan kata ‘mah’ dan ‘atuh’ di antara kalimat-kalimatnya. Itulah yang dimaksud dengan ragam bahasa Indonesia berdialek. Lantas, menyerupai apakah ragam bahasa Indonesia yang sebenar-benarnya?

6. Ragam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Sering kali kita mendengar slogan “Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar”. Apakah maksud slogan tersebut? Apakah kita harus memakai bahasa yang resmi dimanapun kita berada? Bukan itu jawabannya. Slogan itu berarti

a. bahasa yang baik yakni bahasa yang mempunyai nilai rasa yang sempurna dan sesuai dengan situasi pemakaiannya;

b. bahasa yang benar yakni bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten.


C. Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Mengembangkan Kepribadian Indonesia

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kepribadian Indonesia yakni kepribadian yang Pancasilais, yaitu kepribadian yang religius, penuh rasa kemanusiaan, rasa persatuan, rasa demokratis, dan rasa keadilan sosial. Seluruh kepribadian ini salah satunya akan tercermin melalui cara berkomunikasi. Mahasiswa yang berkepribadian Pancasilais yakni mahasiswa yang kehidupannya diwarnai oleh nilai-nilai Pancasila melalui acara akademik, termasuk keterampilan menulis dan berbicara dalam komunikasi ilmiah.

Bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa selain digunakan menjadi bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, juga bisa memerankan fungsinya sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkuliahan dan pertemuan ilmiah diselenggarakan dalam bahasa Indonesia. Begitu juga, penulisan makalah, ajuan penelitian, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi sebagai sarana pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memakai bahasa Indonesia.

Sumber : Slide Bahasa Indonesia Pertemuan 1 @bsi
Kuliah ? Bsi aja !